| Noah | |
|---|---|
| Origin | Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Genres | Pop Rock, Alternative Rock, Rock, Pop |
| Years active | 1997–present |
| Labels | Musica Studios Indonesia |
| Associated acts | The Titans |
| Website | www.noah-site.com |
| Members | |
| Ariel Ukie Loekman Reza David |
|
| Past members | |
| Andika Indr | |
Raksasa industri musik Indonesia terbangun dari tidur panjangnya. Tidur yang disertai mimpi indah sekaligus mimpi buruk. Kejayaan penjualan album Bintang di Surga (2004) yang terpatok pada angka tiga juta kopi dan sindrom megabintang menyuguhkan kesempurnaan mimpi. Berbekal dua album, Peterpan berhasil menjadi simbol kesuksesan dan memberikan pola baru bagi band arus utama di eranya. Namun, mimpi buruk konflik internal, album ketiga yang bertema suram, dan skandal yang menimpa Ariel benar-benar menjadi titik nadir. Peterpan hanya tinggal sebuah nama, sebuah cerita. Kini, mereka kembali ke dunia sadar dengan nama dan semangat baru.Kisah Lain Tentang Noah
Selimut yang nyaman. Pemberi ketenangan. Panjang umur. Begitulah gambaran dari nama baru Peterpan: Noah. Penggunaan huruf kapital romawi bertuliskan “NOAH” dan aksen simbol bulu berwarna merah yang menyerupai tangkai pena mengganti garis vertikal pada huruf “A” menjadi pilihan logo Noah. Bukan rahasia bila nama baru ini merupakan pertanda harapan baru bagi Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David. Bagi para personel, nama ini dipilih karena menyiratkan makna kesederhanaan dan penggugah semangat untuk berkarya.
Dirilisnya album Suara Lainnya dan buku berjudul Kisah Lainnya, pada bulan Mei dan Juli 2012, menjadi pondasi kebangkitan Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David. Album instrumental yang melibatkan kolaborasi musisi dari berbagai macam latar belakang memperkaya pundi musikalitas mereka. Pun dengan kisah-kisah para personel yang sarat emosi berhasil diulas secara lugas di buku tersebut. Kisah yang diulas lebih banyak berisi penantian dan kesaksian. Semua personel mencurahkan energinya untuk melewati masa transisi. Masa yang tidak mudah dalam proses pendewasaan sebuah grup musik.
Kedua karya tersebut adalah buah dari pemikiran yang tak sempat tersampaikan selama dua tahun terakhir. Hasilnya melebihi ekspektasi, karena kekuatan dalam pengayaan musikal dan inspirasi nampak nyata dalam kombinasi album dan buku tersebut. Peran David sebagai keyboardis layak diapresiasi. Sentuhannya sangat bernyawa, bahkan menjadi penuntun utama di sejumlah lagu pada album Suara Lainnya. Hal ini membuktikan bahwa banyak hal menarik yang mereka hasilkan di tengah keterbatasan.
Konser Born To Make History
Tanggal 16 September 2012 menjadi hari terpilih. Pada tanggal tersebut, nama Noah resmi digunakan pada album terbaru berjudul Seperti Seharusnya. Gerai
ayam goreng cepat saji, KFC, terpilih sebagai outlet penjualan album
Noah. Strategi pemasaran ini ditempuh untuk menjajal konsep penjualan
album yang efektif dan diminati publik pencinta musik Indonesia.
Terbukti, beberapa nama besar telah menjual ratusan ribu kopi album
melalui metode tersebut.
Kenangan manis pemecahan rekor konser maraton di enam provinsi dalam
tempo 24 jam pada tanggal 18 Juli 2004 menjadi inspirasi Noah untuk
menyusun rencana besar. Kali ini, lima kota dari dua benua akan menjadi
lokasi pertunjukan tanpa jeda selama 24 jam. Melbourne terpilih sebagai
kota pertama penyelenggaraan konser. Disusul oleh Hongkong, Kuala
Lumpur, dan Singapura sebagai empat kota berikutnya. Jakarta menjadi
kota kelima yang menjadi puncak perayaan pemecahan rekor MURI tersebut.Sejak tanggal 16 September dini hari, euforia terpublikasi secara utuh di berbagai media dan jejaring sosial. Partner acara (SCTV, Berlian Entertainment, dan Musica Studios) dan akun resmi Noah memberitakan kegiatan pemecahan rekor ini secara utuh. Kekhawatiran akan minimnya penonton tidak terbukti. Antusiasme Sahabat Noah di empat kota penyelenggara sebelum Jakarta tergolong tinggi. Kerinduan terhadap sesuatu yang saling dinanti antara Noah dan penggemarnya menjadi sebuah simbiosis mutualisme. Keduanya saling merindukan. Tak heran jika banyak kejutan dan keriaan yang terjadi selama perjalanan Noah menggelar konser di empat kota tersebut. Selepas Singapura, Noah bersiap mengukir sejarah baru di Skenoo Exhibition Hall, Gandaria City, Jakarta.
Torehan Sejarah Noah
Kharisma Ariel begitu membumi. Setidaknya kaum hawa yang menyaksikan konser Born to Make History sepakat untuk mengiyakan kenyataan ini. “Semua demi Ariel, demi Noah”, ujar salah seorang Sahabat Noah perempuan asal Bandung yang rela datang ke Jakarta demi menyaksikan band pujaannya. Sejak berdesakan dalam panjang antrian verifikasi tiket, hingga konser dibuka oleh Geisha pada pukul 22.30 WIB, nama sang vokalis selalu dielu-elukan.
Geisha membawakan 13 lagu berdurasi 50 menit. Penampilan Momo, vokalis Geisha menjadi daya tarik tersendiri. Membawakan lagu bertema cinta, tidak membuat Geisha tampil seadanya. Improvisasi di beberapa bagian lagu dan kejelian memanfaatkan koor massal membuat penantian penampilan Noah terasa singkat.
Geisha, band Pembuka Konser Born To Make History
![]() |
Noah membawakan lagu
|
Ariel mengenakan kaos putih bertuliskan
Panggung yang didesain oleh Oleg Sanchabakhtiar sangat efisien untuk pergerakan personel. Bagian belakang diisi oleh Reza (drum) dan David (keyboard) dengan latar belakang layar plasma yang menampilkan animasi grafis bergerak bertema album Seperti Seharusnya. Bagian sayap kanan dan kiri panggung diisi oleh Uki, Lukman, dan Ihsan (gitar dan bass). Sisa panggung tengah yang lapang dan memanfaatkan panggung hidrolik, serta lidah panggung berbentuk pena bulu lambang Noah menjadi wilayah yang didominasi Ariel.
Set Panggung Noah
Salam perpisahan dengan membungkukkan badan ke arah penonton menutup nostalgia malam bersejarah. Noah membuktikan langkah besar dimulai dari mimpi besar. Maka tak dapat disangkal, kaos bertuliskan “6.903 miles” yang dikenakan Ariel menjadi pertanda bahwa jarak yang ditempuh untuk menghasilkan sejarah hanyalah soal angka. Pembuktian hanya dilakukan oleh yang terpilih. Dan dunia merestui Noah untuk menggenapi takdirnya sendiri.
Setlist Noah- Born to Make History
Akhir Yang Indah
Nuh (Peterpan nama mantan) adalah pop rock / alternative rock band Indonesia. Band ini awalnya terdiri dari lima anggota, yang dikenal sebagai Ariel (Nazril Irham), Uki, Loekman, David dan Reza. Andika dan Indra memisahkan diri dari band pada tahun 2006. David bergabung dengan band pada tahun 2008 membawa warna baru untuk musik mereka. Mereka sangat terkenal di Indonesia untuk mereka yang sederhana (kadang-kadang puitis) lirik, ketukan catchy dan suara Ariel. [1]Isi
1 Pembentukan
2 Rekaman
3 Perubahan
4 Mengatur catatan
5 Sex rekaman skandal
6 2012
7 Diskografi
8 Penghargaan dan pengakuan
9 Lihat juga
10 Referensi
11 Pranala luar
Pembentukan
Pada tahun 1997 keyboardist Andika (Andika Naliputra Wirahardja) membentuk band sekolah di Bandung, Indonesia. Itu disebut Topi, dengan gitaris Uki (Mohammad Kautsar Hikmat), vokalis Ariel (Nazril Irham), pemain bas Abel, dan drummer Ari. Mereka terutama memainkan rock alternatif Inggris hingga Ari menarik diri dari kelompok, dan Topi putus.
Andika bergabung kembali mantan anggota Topi pada tahun 2000. Drummer digantikan oleh Reza (Ilsyah Ryan Reza), seorang mahasiswa dari Palu. Loekman (Loekman Hakim), teman kakak Indra, bergabung sebagai gitaris mereka. Andika menyarankan Peterpan sebagai nama untuk band mengacu Peter Pan, karakter yang diciptakan oleh penulis JM Barrie. (Nama lain yang mereka anggap adalah Spiderman dan X-Men.) Band ini secara resmi didirikan pada tanggal 1 September 2000. Peterpan dimainkan di jalanan Bandung dan gigged di kafe, dengan tujuan menjadi house band di salah satu kafe di kota itu. Mereka sering tertutup pop dan lagu-lagu rock (Nirvana, Pearl Jam, Coldplay, U2, Creed, dll) di O'Hara dan Sapu Lidi kafe.Rekaman
Pada Sapu Lidi band ini ditemukan oleh Noey, seorang produser yang berencana untuk merilis sebuah album kompilasi. Peterpan merekam lagu-lagu demo tiga: "Sahabat", "Mimpi Yang Sempurna", dan "Taman Langit". "Mimpi Yang Sempurna" dipilih untuk album, berjudul Kisah 2.002 Malam. Album ini sukses secara komersial, menjual 150.000 eksemplar terhormat, dan "Mimpi Yang Sempurna" diberi rotasi berat di radio Indonesia.
Musica, label top utama Indonesia, menawarkan Peterpan kontrak, dan pada bulan Juni 2003 debut album mereka Taman Langit dirilis. Album kedua mereka Bintang Di Surga dirilis pada bulan Agustus 2004, menjual 350.000 kopi dalam dua minggu. Pada akhir tahun 2005, telah menjual 2,7 juta eksemplar yang luar biasa.
Album ketiga mereka dirilis pada bulan September 2005, soundtrack untuk film Rexinema Alexandria. Album ini berjudul Menunggu Pagi dan rilis resmi tertutup secara bersamaan oleh enam stasiun top di Indonesia TV nasional. Album soundtrack termasuk lima lagu baru untuk film dan penafsiran dari lima lagu mereka dari Bintang Di Surga. Peterpan berkolaborasi dengan penyanyi pop veteran Indonesia Chrisye on "menunggumu", yang kemudian digunakan sebagai lagu tema untuk sinetron Liontin Indonesia.Perubahan
Pada bulan November 2006, Andika dan Indra berpisah dengan sisa band, dengan kedua belah pihak mengutip perbedaan musik. Menurut Ariel, ada masalah sejak pembuatan album pertama mereka. Indra juga baru saja kehilangan anaknya. Andika dan Indra bergabung dengan sebuah band baru bernama The Titans, dan menandatangani kontrak dengan label internasional EMI Music Indonesia, merilis album self-titled dan "INI Rasa" tunggal (Feeling ini).
Pada tahun 2007 sisa anggota Peterpan merilis album Hari Yang Cerah, yang gagal untuk menjual serta debut mereka. Pada tahun 2008 David Albert bergabung sebagai pemain keyboard Peterpan.
Perjanjian di mana Andika dan Indra meninggalkan band memungkinkan anggota yang tersisa untuk terus menggunakan nama Peterpan sampai akhir tahun 2008. [2]
Pada awal tahun 2008 band ini mengumumkan bahwa mereka akan mengubah nama mereka, yang menyatakan bahwa tahun 2008 album studio mereka Sebuah Nama di Sebuah Cerita akan menjadi yang terakhir mereka di bawah nama Peterpan. Album ini sebagian besar terdiri hits populer dari sejarah band, dengan empat lagu baru: "Walau Habis Terang", "Kisah Cintaku" (sebuah cover dari lagu Chrisye), dan "Dilema Besar", dan "Tak Ada Yang Abadi".
Kuartet terus melakukan.Pengaturan catatan
Di tengah jadwal yang ketat mereka pada tahun 2003-2004, yang mencapai puncaknya pada tanggal 18 Juli 2004, Peterpan berencana untuk tampil di enam kota di Indonesia hanya dalam 24 jam. [1] Konser yang berjudul Konser Rekam Melanggar, tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI, Indonesia Museum of Record), dan termasuk konser di dua pulau utama Indonesia: Sumatera dan Jawa. Konser dimulai pada 18 Juli di Medan Propinsi Sumatera Utara, Padang, Pekanbaru, Lampung, Semarang Provinsi Jawa Tengah, dan akhirnya berakhir di Surabaya Timur Provinsi Jawa.Sex tape skandal
Pada tahun 2010 Ariel ditahan karena melanggar Indonesian anti-pornografi hukum ketika video yang muncul untuk menjadi dirinya melakukan hubungan seks yang beredar di internet, [3] setelah laptop-nya dilaporkan dicuri [4].
Pada Januari 2011, Pengadilan Negeri Bandung memvonis Ariel dengan tiga setengah tahun penjara setelah kesaksian oleh para ahli forensik digital yang menegaskan bahwa Ariel adalah mitra laki-laki dalam skandal rekaman seks yang melibatkan Luna Maya dan Cut Tari, dan bahwa ia bertanggung jawab untuk penciptaan video [5] Pada bulan April., banding ke Pengadilan Tinggi ditolak, dengan hakim memutuskan dengan suara bulat untuk menegakkan kalimat yang diberikan oleh Pengadilan Negeri. [6]2.012
Ariel (Nazril Irham), Uki, Reza, Lukman, dan David merilis album baru yang disebut Suara Before. Ini diluncurkan dalam sebuah konser pribadi dijuluki "Konser Tanpa Nama," atau "Tanpa Nama Concert," karena mereka tidak menetap di nama baru belum. Suara Before adalah album pertama berperan band, dan berisi 11 lagu. Semua kecuali satu dari mereka diambil dari album sebelumnya kelompok dan recomposed dalam gaya yang berbeda dengan beberapa sentuhan etnik dan klasik. Kelompok ini berkolaborasi dengan musisi lain, termasuk kelompok musik tradisional Sunda, Karinding Attack, yang menambahkan beberapa suar etnis. Indonesia biola maestro Idris Sardi menambahkan sentuhan klasik "Taman Langit," seperti yang dilakukan pemain biola Hendry Lamiri di trek lainnya. Konser berperan dikatakan menjadi yang pertama dari jenisnya di Indonesia. [7]
SEJARAH NOAH
Nuh (Peterpan nama mantan) adalah pop rock / alternative rock band Indonesia. Band ini awalnya terdiri dari lima anggota, yang dikenal sebagai Ariel (Nazril Irham), Uki, Loekman, David dan Reza. Andika dan Indra memisahkan diri dari band pada tahun 2006. David bergabung dengan band pada tahun 2008 membawa warna baru untuk musik mereka. Mereka sangat terkenal di Indonesia untuk mereka yang sederhana (kadang-kadang puitis) lirik, ketukan catchy dan suara Ariel. [1]Isi
1 Pembentukan
2 Rekaman
3 Perubahan
4 Mengatur catatan
5 Sex rekaman skandal
6 2012
7 Diskografi
8 Penghargaan dan pengakuan
9 Lihat juga
10 Referensi
11 Pranala luar
Pembentukan
Pada tahun 1997 keyboardist Andika (Andika Naliputra Wirahardja) membentuk band sekolah di Bandung, Indonesia. Itu disebut Topi, dengan gitaris Uki (Mohammad Kautsar Hikmat), vokalis Ariel (Nazril Irham), pemain bas Abel, dan drummer Ari. Mereka terutama memainkan rock alternatif Inggris hingga Ari menarik diri dari kelompok, dan Topi putus.
Andika bergabung kembali mantan anggota Topi pada tahun 2000. Drummer digantikan oleh Reza (Ilsyah Ryan Reza), seorang mahasiswa dari Palu. Loekman (Loekman Hakim), teman kakak Indra, bergabung sebagai gitaris mereka. Andika menyarankan Peterpan sebagai nama untuk band mengacu Peter Pan, karakter yang diciptakan oleh penulis JM Barrie. (Nama lain yang mereka anggap adalah Spiderman dan X-Men.) Band ini secara resmi didirikan pada tanggal 1 September 2000. Peterpan dimainkan di jalanan Bandung dan gigged di kafe, dengan tujuan menjadi house band di salah satu kafe di kota itu. Mereka sering tertutup pop dan lagu-lagu rock (Nirvana, Pearl Jam, Coldplay, U2, Creed, dll) di O'Hara dan Sapu Lidi kafe.Rekaman
Pada Sapu Lidi band ini ditemukan oleh Noey, seorang produser yang berencana untuk merilis sebuah album kompilasi. Peterpan merekam lagu-lagu demo tiga: "Sahabat", "Mimpi Yang Sempurna", dan "Taman Langit". "Mimpi Yang Sempurna" dipilih untuk album, berjudul Kisah 2.002 Malam. Album ini sukses secara komersial, menjual 150.000 eksemplar terhormat, dan "Mimpi Yang Sempurna" diberi rotasi berat di radio Indonesia.
Musica, label top utama Indonesia, menawarkan Peterpan kontrak, dan pada bulan Juni 2003 debut album mereka Taman Langit dirilis. Album kedua mereka Bintang Di Surga dirilis pada bulan Agustus 2004, menjual 350.000 kopi dalam dua minggu. Pada akhir tahun 2005, telah menjual 2,7 juta eksemplar yang luar biasa.
Album ketiga mereka dirilis pada bulan September 2005, soundtrack untuk film Rexinema Alexandria. Album ini berjudul Menunggu Pagi dan rilis resmi tertutup secara bersamaan oleh enam stasiun top di Indonesia TV nasional. Album soundtrack termasuk lima lagu baru untuk film dan penafsiran dari lima lagu mereka dari Bintang Di Surga. Peterpan berkolaborasi dengan penyanyi pop veteran Indonesia Chrisye on "menunggumu", yang kemudian digunakan sebagai lagu tema untuk sinetron Liontin Indonesia.Perubahan
Pada bulan November 2006, Andika dan Indra berpisah dengan sisa band, dengan kedua belah pihak mengutip perbedaan musik. Menurut Ariel, ada masalah sejak pembuatan album pertama mereka. Indra juga baru saja kehilangan anaknya. Andika dan Indra bergabung dengan sebuah band baru bernama The Titans, dan menandatangani kontrak dengan label internasional EMI Music Indonesia, merilis album self-titled dan "INI Rasa" tunggal (Feeling ini).
Pada tahun 2007 sisa anggota Peterpan merilis album Hari Yang Cerah, yang gagal untuk menjual serta debut mereka. Pada tahun 2008 David Albert bergabung sebagai pemain keyboard Peterpan.
Perjanjian di mana Andika dan Indra meninggalkan band memungkinkan anggota yang tersisa untuk terus menggunakan nama Peterpan sampai akhir tahun 2008. [2]
Pada awal tahun 2008 band ini mengumumkan bahwa mereka akan mengubah nama mereka, yang menyatakan bahwa tahun 2008 album studio mereka Sebuah Nama di Sebuah Cerita akan menjadi yang terakhir mereka di bawah nama Peterpan. Album ini sebagian besar terdiri hits populer dari sejarah band, dengan empat lagu baru: "Walau Habis Terang", "Kisah Cintaku" (sebuah cover dari lagu Chrisye), dan "Dilema Besar", dan "Tak Ada Yang Abadi".
Kuartet terus melakukan.Pengaturan catatan
Di tengah jadwal yang ketat mereka pada tahun 2003-2004, yang mencapai puncaknya pada tanggal 18 Juli 2004, Peterpan berencana untuk tampil di enam kota di Indonesia hanya dalam 24 jam. [1] Konser yang berjudul Konser Rekam Melanggar, tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI, Indonesia Museum of Record), dan termasuk konser di dua pulau utama Indonesia: Sumatera dan Jawa. Konser dimulai pada 18 Juli di Medan Propinsi Sumatera Utara, Padang, Pekanbaru, Lampung, Semarang Provinsi Jawa Tengah, dan akhirnya berakhir di Surabaya Timur Provinsi Jawa.Sex tape skandal
Pada tahun 2010 Ariel ditahan karena melanggar Indonesian anti-pornografi hukum ketika video yang muncul untuk menjadi dirinya melakukan hubungan seks yang beredar di internet, [3] setelah laptop-nya dilaporkan dicuri [4].
Pada Januari 2011, Pengadilan Negeri Bandung memvonis Ariel dengan tiga setengah tahun penjara setelah kesaksian oleh para ahli forensik digital yang menegaskan bahwa Ariel adalah mitra laki-laki dalam skandal rekaman seks yang melibatkan Luna Maya dan Cut Tari, dan bahwa ia bertanggung jawab untuk penciptaan video [5] Pada bulan April., banding ke Pengadilan Tinggi ditolak, dengan hakim memutuskan dengan suara bulat untuk menegakkan kalimat yang diberikan oleh Pengadilan Negeri. [6]2.012
Ariel (Nazril Irham), Uki, Reza, Lukman, dan David merilis album baru yang disebut Suara Before. Ini diluncurkan dalam sebuah konser pribadi dijuluki "Konser Tanpa Nama," atau "Tanpa Nama Concert," karena mereka tidak menetap di nama baru belum. Suara Before adalah album pertama berperan band, dan berisi 11 lagu. Semua kecuali satu dari mereka diambil dari album sebelumnya kelompok dan recomposed dalam gaya yang berbeda dengan beberapa sentuhan etnik dan klasik. Kelompok ini berkolaborasi dengan musisi lain, termasuk kelompok musik tradisional Sunda, Karinding Attack, yang menambahkan beberapa suar etnis. Indonesia biola maestro Idris Sardi menambahkan sentuhan klasik "Taman Langit," seperti yang dilakukan pemain biola Hendry Lamiri di trek lainnya. Konser berperan dikatakan menjadi yang pertama dari jenisnya di Indonesia. [7]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar